Tingkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Islam JSIT Wilayah Bengkulu Adakan Pelatihan Dan Workshop Pembelajaran Terpadu Berbasis HOST & STEM

0 134

Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Bengkulu mengadakan pelatihan dan workshop berbasis HOST dan STEM di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, Jumat – Sabtu 6 – 7 Semtember 2019. Pelatihan dan workshop yang di adakan 2 hari ini dihadiri lebih dari 100 guru yang mewakili dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Acara ini dibuka oleh ketua JSIT wilayah Bengkulu Bpk. Sutrisno.M.TPd dan juga pemberian kata sambutan oleh Ketua Dewan Pembina JSIT Wilayah Bengkulu Bpk. Dr.Dani Hamdani.M.Pd dan juga kata sambutan dari Kadis Dikbud Provinsi Bengkulu yang di wakilkan oleh Bpk. Eri Yulian.M.Pd.

Pelatihan dan workshop berbasis HOST dan STEM ini menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Ketua Dewan Pembina JSIT pusat Bpk. Dr. Sukro Muhan.M.Si dan juga pembicara dari Widiaswara LPMP Bpk. Lanjar.M.Pd

Bpk. Sukro yaitu nama panggilan akrabnya, menjelaskan kepada seluruh guru-guru SIT mengenalkan metode pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebagai inovasi dalam mengajar. Metode HOTS ini, sambung ia adalah cara mengajar dengan fokus melatih anak berpikir tingkat tinggi, yakni berpikir kreatif, analisis dan kritis. Pembelajarannya lebih banyak disuguhkan dengan satu fenomena, data dan fakta. Bahkan nantinya anak-anak diarahkan untuk mencari objek yang dipelajari, lalu menginvestigasi dan eksplorasinya.

”Jadi pembelajaran sekarang tidak lagi orientasinya informasi berbasis ceramah tapi lebih ke pendekatan pembelajaran seperti problem solving dan diskusi yang memberikan rangsangan berpikir tingkat tinggi bagi anak,”. Pembelajaran dilakukan berbasis projek, agar keilmuan itu utuh, dan memberikan suatu basis daya berpikir yang sangat kuat. Untuk itu, terang ia, guru harus mengubah cara mengajarnya. Guru harus memberikan pembelajaran dengan metode yang berorientasi pada problem solving, kontekstual learning, collaborative learning serta menggunakan teknologi sebagai sebuah dukungan pembelajaran. Terutama pembelajaran yang sifatnya abstrak, untuk disimulasikan dan dianimasikan terang Bapak Sukro.

SIT juga harus mengedepankan pembelajaran berbasis science, technology, egineering, dan mathematics atau yang di singkat STEM. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan peserta didik supaya bisa bersaing dan bekerja sesuai bidangnya. Pembelajaran berbasis STEM adalah sebuah sistem pembelajaran secara kohesif dan pembelajaran aktif, serta dibutuhkan secara bersamaan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan sebuah solusi yang diberikan. Sehingga membuat peserta didik mampu untuk menyatukan konsep abstrak dari setiap aspek yang menghubungkan sekolah, dunia kerja, dan dunia global, sehingga mereka mampu bersaing,’’

Harapanya peserta yaitu guru-guru yang mewakili SIT wilayah Provinsi Bengkulu agar dapat menyerap ilmu pembelajaran berbasis HOTS dan STEM dan mempresentasikan pembelajaran kepada guru-guru yang ada di sekolahnya masing-masing. Sehingga metode pembelajaran HOTS dan STEM ini dapat di terapkan di seluruh SIT wilayah Provinsi Bengkulu.

Dokumentasi :

Comments
Loading...